(II)

Hai siapa pun yang membaca ini, aku ingin bercerita. Tapi sebelumnya aku punya satu pertanyaan, mengapa yah saat otak kita re-traumatized, malahan orang-orang yang mencintai kita, justru yang meninggalkan dan bahkan memblokir kita. Orang-orang yang kita butuhkan malahan yang meninggalkan. Mereka malahan yang kemudian tidak memahami, bahkan menjauhi dan menganggap ada yang salah dengan kita. 

Jadi, hari ini beta sempat berkata ke seoarang puan yang beta cintai juga: "Kamu gembira kan". Awalnya beta hanya ingin memastikan dia baik-baik dan ceria dan selalu gembira, tapi jatuhnya malahan beta yang salah. Beta seperti mengatakan bahwa dia tidak gembira. Akhirnya, dia terbuka bahwa dia sudah tidak menghormati beta lagi, pasca beta menelpon dan memaksakan berbicara dengan dia. Beta juga bingung tiba-tiba ini terjadi. Padahal beta hanya ingin memastikan dia baik-baik, dan tidak mengapa-mengapa. Ternyata beta memang salah. Kadang beta berpikir harusnya beta tidak dilahirkan saja. Tapi yah sudahlah. Dia marah, lalu memblokir beta dari semuanya. Beta cinta dia. Aku mendoakan kamu.

Aku minta maaf menelpon mu dan memaksa kamu bercerita. Aku memang tidak baik-baik saja. Di tubuhku terlalu banyak luka. Terlalu amat banyak hingga para konselor dan psikolog juga harus gemetar mendengarkan ceritaku. Aku hanya ingin dipeluk. Maaf yah.

hai adek

hari ini aku menulis

aku mencintaimu dan mendoakamu

aku merindukan kamu

tapi kamu pun sudah digenggamannya

si penggambar rumah itu

aku hanya rindu ok

tidak berharap apa-apa

tidak berharap banyak

tubuhmu sudah cukup bahagia dengan dia

setidaknya itu yang kulihat di status WA

aku ingin memelukmu tapi ya sudah

maaf yah

aku yang salah 

memang sudah seharusnya aku menghilang saja

aku merindukan suara dan lembut nyanyianmu

tempat anak-anak mendapat rindu

akan ibu

akan ayah

akan setiap diri mereka yang terus mencari makna

kamu juga

bertumbuhlah

semoga kamu membaca ini

tapi jika tidak 

tak apalah

ya sudahlah


aku ingin berteriak 

lari ke arah tubuhmu

maaf yah

aku salah


aku salah


Ambon, 26 Agustus 2025

 As you walk through the time

the one that loved you

will be just like the time

slowly but surely

she's gone and forgetting the moment

As you deep pray for her

That is just how you feel

Maybe it is unfair

Maybe it is fair

i don't know the answer

even myself don't understand it


as you grow and blueing

that it just life

since you were a kid

people have left you

no one can understand you

no one to hug you

that is fine too

it is okay to feel sad

it is okay to feel lonely

it is okay to feel abandonment


kesendirian tidak membaik

aku belajar tumbuh dengan sendiri

menjadi air yang mengaliri

sungai-sungai

yang tenang dan dahaga

aku ingin mencintaiku

dengan kesenangan

dan kehangatan

seperti air jatuh di pagi

ketika dingin menumbuhi tubuh

dan tak ada yang memeluk ku

mungkin cinta bukan untuk ku

mungkin aku harusnya tidak dilahirkan

mungkin aku harusnya berakhir


ya sudahlah,

hidup memang begini

menyerah saja


Ambon, 26 Agustus 2025

Sejak lalu aku belajar untuk mendoakan kamu

aku mendoakan mu

sama dengan

aku mencintai mu

kau begitu bahagia

setidaknya yang aku lihat dari status wa

hehehehe

semoga dirimu terus berdamai

aku minta maaf segala sakit yang kuukir di tubuh mungilmu

aku mendoakanmu

aku mendoakanmu

terima kasih untuk tumbuh dan mewarnai

wajah di anak-anak


Ambon, 18 Agustus 2025 

 every night I cry before go to sleep

these pills cannot help me

these prayers feel far away

I don't even know who I am

I miss you amor

I wish we were still together

I hate myself

for hurting you

But I don't know how to take care myself again

I need you

even these pills cannot make me sleep

or awake

I love you

even it's hurting

I wish you hug and hold me tight

I love you

I wanna call you

and pray with you

feeling with you

crying with you

happy with you


how are you?


Ambon, 18 August 2025

Sejak November lalu

aku diberi pil

agar tubuhku bisa tertidur tenang

tapi sama saja

tiap malam segala yang buruk menyerang

mata mengalirkan air

kepala ku seakan ingin berakhir

Entahlah kapan in berakhir

kapan aku berakhir?

setiap malam

aku teringat masa-masa lampau

dengan mama

dengan kaka

dengan mu juga

aku merindukan semuanya

meski hatiku merasa ditinggalkan sendirian

bahkan cintaku pun membuat kau pergi

entahlah

aku merindukan kamu

pil ini pun tak berguna buatku tenang



 di paras pagi penuh renjana

dua bola mata hangat penuh warna

di pipimu yang memerah

dan senyum-mu merekah

lalu,

satu per satu

bunga mekar dengan rindu

dan rambutmu seperti gelombang di pesisir Maluku

tenang


sesekali marahlah

sesekali sedihlah

sesekali menangislah

banyak kali tersenyum

banyak hal gembira

banyak kali merindu

banyak hal bersuka


Suatu waktu masing-masing kita

akan memenuhi diri yang tak pernah puas


Ambon, 12 Agustus 2025

 Dahulu ada sorang penyair menuliskan sajak di persimpangan jalan

sajak ini masih terus mengikutiku setiap kali aku berpikir tentang waktu

Kadang hujan memburuku seperti rindu akan segala indah di lampau

tubuhku basah sebasah basahnya, tetapi hati dan mataku menjadi sungai

mengalirkan segala amarah kecewa suka dan duka yang aku temui

di persimpangan jalan aku menunggu waktu memberiku ruang untuk bertemu

mempertemukan aku dengan segala rindu, impian, segala yang biru


Di persimpangan jalan ini aku semakin yakin kalau

beberapa hal di hidup ini sangat menjengkelkan

satu hal yang aku pelajari 

dua hal yang aku kenali

tiga hal yang aku benahI

diri


simpang jalan ini penuh tanya

simpang jalan ini penuh dahaga

simpang jalan ini penuh mata air

simpang jalan ini penuh… ya sudahlah

tidak semuanya di hidup memang menyenangkan

tidak semuanya di dunia memberi ketenangan

tidak semuanya di bumi memberi apa yang kuingini

sekali lagi aku ingin bertemu dengan waktu

duduk sambil minum kopi dan rindu

lalu berdiskusi tentang aku dan kamu

tentang kamu dan dia

tentang dia dan mama

tentang mama dan papa

tentang papa dengan aku


papaku jauh sejauh-jauhnya rindu

mamaku dekat sedekat-dekatnya waktu

hatiku entah kemana


Mungkin masih tertinggal di persimpangan jalan


Ambon, 11 Agustus 2025

 lagu-lagu rindu mengublim

sungai mengalir 

hati mencabik

aku merindu

kamu


apa kabar dirimu?
aku rindu "I am proud of you!"

Aku terus mencintaimu

Luka


Jalanan Ambon penuh basah

sampah berserakan di mana-mana

langit sedikit cahaya

bulan sedikit berduka

orang-orang berlomba menjadi paling disuka

pipi-pipi menjadi merah

tubuh-tubuh menjadi amarah

sedang kening manismu tergaris

dan matamu hangatmu menangis

entah mengapa sungai ada di wajahmu

dan lekaslah rindu memburu

rindu akan masa lalu

rindu akan waktu 

saat dirimu tidur terlelap

tanpa takut bangun pagi

tanpa ragu bermimpi lagi

tanpa terbangun dan menyadari

jika sendiri adalah sepi

dan sepi adalah badai

yang memburu kau

hingga tubuhmu membiru

melukai senyum hangatmu

matahari berduka

langit terluka


duka

perasaan yang paling tak suka

tetapi paling dirindukan

setiap kali aku berduka

gembira menjadi luka

suka menjadi marah

segalanya berubah

makanan menjadi hambar

ditelan seperti tak ada rasa

sebab membuka perasaan

membuat luka semakin mendalam


ada kata pepatah masa depan

jika kau harus mencintai lukamu

tapi jika mencintai adalah memiliki

masakan iya tubuhku harus selalu dilukai

jika luka adalah tempat belajar

masakan iya aku belajar tanpa akhir


tubuh terluka

ada beberapa dari mama

ada banyak dari papa

tapi paling banyak dari diriku sendiri

begitulah memburuku


Katanya waktu menyembuh

tapi mengapa waktu malahan membawa aku menjauh

dari segala yang mencintaiku?


Jika luka memang memberi ajar

aku tidak mau diajar terus menerus

sesekali peluk lah tubuhku

pertama oleh diriku

kedua oleh hatiku

ketika oleh mereka yang mendengaran aku


kau

terus bertumbuh


Ambon, 6 Agusuts 2025